Cara Mengatasi Burung Malas Bunyi Dan Turun Tangkringan

- Agustus 06, 2017

Cara Mengatasi Burung Malas Bunyi Dan Turun Tangkringan

 
Cara Mengatasi Lovebird Malas Bunyi dan Turun Tangkringan Saat Lomba- Ramai sekali sebetulnya penyebab burung turun dari tangkringan disaat ditandingkan.Penyebab yang telah di sebutkan mampu dikelompokkan menjadi dua, fisik dan psikis. Nah bagi atau bisa juga dikatakan untuk itu budidayalovebird.id akan memberikan berita wacana kendala lovebird yng tidak mau tampil dilapangan dan cuma didasar sangkar, Langsung saja simak informansi yang akan di sajikan kali ini.
Cara Mengatasi Burung Malas Bunyi dan Turun Tangkringan Saat Lomba
Kendala Pada Fisik Lovebrid
Secara fisik merupakan kondisi lelah. Burung lelah (ataupun tak tengah dalam kondisi top performance) cuma kuat berkicau sebentar dan seusai itu percis sekali tak mau berkicau. Ataupun turun sebentar lantas berkicau lagi. Sebentar ataupun lama, kondisi burung semisal itu telah mengurangi penilaian dalam lomba.
Berkaitan yang dengannya hal itu, kalau Kamu membawa burung ke lomba pastikan bahwasanya dia dalam kondisi fisik yng prima. Jangan pernah cuma mencoba-coba lantaran umumnya akan berbuntut kecewa. Tengah kelelahan itu sendiri mampu bermacam-macam sebabnya. Ada lelah sejak dari rumah, mampu saja lelah lantaran lama di perjalanan ataupun lama menunggu giliran jam lomba. Sementara menunggu itu, umumnya burung terus berkicau. Nah disaat masa tanding tiba, dia tinggal membawa tidak banyak tenaga.
Kendala Pada Mental Lovebird
Kalau kondisi fisik lebih gampang diantisipasi, maka kondisi psikis (mental) susah diprediksi. Apapun penyebabnya kondisi psikis (mental) merupakan lantaran suatu keadaan tertentu di lingkungan tempat diadakan lomba. Antara lain:
Bunyi dari penonton. Dalam suasana lomba yng penuh teriakan dan bunyi gedombrengan dan peluit bersahut-sahutan, tidak sedikit burung yng terus nancep dan nagen (berkicau yang dengannya gaya dan volume stabil tak terputus). Akan tetapi lebih tidak sedikit yng berhenti (sebentar ataupun lama) dan bahkan ada pula yng turun dari tangkringan.
Bunyi penonton mampu memicu burung yng tidak lebih terlatih drop mental
Kita barangkali tak mampu membedakan jenis bunyi satu peluit yang dengannya peluit lain-lainnya, teriakan satu orang yang dengannya orang lain-lainnya, gedombrengan seng maupun gedombrengan besi yng dipukul-pukulkan ke kayu ataupun dipukulkan ke bambu. Akan tetapi burung pasti mempunyai pendengaran yng lebih peka, dan mampu membedakan adanya suara-suara yng mendadak terasa asing baginya yng bagi indera pendengaran kita-kita, ya nyaris percis saja.
Itulah sebabnya kenapa ada burung yng mendadak berhenti berbunyi begitu mendengar bunyi tertentu. Mampu cuma sebentar, mampu lama dan bisa-bisa cuma celingukan terus seakan-akan mencari bunyi yng asing bagi dirinya hingga lomba berakhir. Yah, jebloklah hasil nya.
Andai hal itu yng berlangsung, pastilah susah bagi kita bagi atau bisa juga dikatakan untuk mencarikan solusi yng tepat lantaran kita sendiri tak tahu persis bunyi apa yng menarik perhatian burung kita sampai-sampai cuma bengong dan tak mau lagi bunyi.
Bunyi/tembakan burung lain. Hampir percis yang dengannya kasus bunyi dari penonton merupakan bunyi dari burung lain yng mampu menjadi penyebab kuat burung kita berhenti berbunyi.
Bunyi tembakan burung lain mampu memicu burung di sampingnya terdiam.
Seketika diturunkan, mampu jadi burung kita langsung tancep. Akan tetapi di sedang jalan, mendadak ada tembakan ataupun bunyi ngerol dari burung lain yng terdengar asing baginya. Disaat burung kita berhenti berbunyi, mampu saja lantaran takut, akan tetapi lebih tidak sedikit penyebabnya yaitu ingin mendengarkan bagi atau bisa juga dikatakan untuk ditirukan. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk burung yng cerdas menangkap dan pintar meniru, kadang walaupun dia belum pernah menyuarakan lagu/tembakan tertentu, begitu mendengar burung sampingnya memperdengarkan lagu tertentu, langsung ditirukan malah kadang lebih nyaring dan lebih panjang. Dalam perburungan, ini dia apa yng disebut yang dengannya sebutan numpangi (yaitu burung menirukan secara lebih keras ataupun lebih panjang bunyi/lagu burung lain-lainnya yng seketika itu didengarnya).
Celakanya, kalau burung kita memanglah bukan tipe peniru yng cepat (bukan berguna tak cerdas loh), maka yng berlangsung merupakan mandek bunyi. Ya, seakan-akan terkagum-kagum dan cuma mendengarkan semisal kalau kita mendengarkan bunyi merdunya penyanyi pujaan kita (malah kalau kita tak cuma diam, akan tetapi sembari merem-melek…kalau kebablasan bahkan ketiduran hehehe).
Lihat pula : Cara supaya Lovebird Nagen di Tangkringan
Melihat benda asing. Percis yang dengannya poin nomer 1, tidak sedikit burung yng tak terasa asing melihat topi, baju warna-warni, kain spanduk, bendera dan lain-lainnya dikibar-kibarkan disaat dia berkicau. Akan tetapi, mampu jadi ada satu dua yng mendadak berhenti berkicau begitu ada yng mengacung-acungkan sepatu (moga-moga nggak dilemparkan ke juri hehehe), helm, kerodong batik motif tertentu, ataupun apa saja yng menurutnya asing. Benda asing mampu cuma menarik perhatian si burung, mampu juag memicu burung takut. Akibatnya percis saja, nilai jeblok kalau hingga burung berhenti berkicau.
Salah satunya benda asing (yng mengejutkan burung ataupun menarik perhatian burung) merupakan daun yng mendadak melayang-layang dekat sangkar, ataupun air yng mendadak menentes dari terpal lantaran lomba digelar sehabis hujan, dan sebagainya dan sebagainya.
Kalau hal itu yng berlangsung, ya susah juga bagi kita bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengatasinya di lain peluang lantaran (celakanya) burung nggak pernah mampu cerita ke kita, akan tetapi kita mampu marah-marah sembari mencaci maki si burung….
Melihat majikan/orang yng biasa merawatnya. Ada burung yng mandek bunyi secara mendadak begitu melihat si majikan ataupun orang yng biasa merawatnya. Ini umumnya berlangsung pada anis merah (AM). Akan tetapi ada pula burung lain yng punya kebiasaan “sok akrab” pula “sok manja” semisal itu. Kalau ada burung berkarakter semisal ini, ya ngumpetlah ataupun berkerodong sarung saja si majikan ataupun yng biasa ngrawat tatkala mengawal burung bertanding hehehe.
Perubahan sangkar/tangkringan. Tidak sedikit burung yng diubah/rubah sangkar disaat lomba, dari sangkar harian ke sangkar lomba. Kalau ukuran (diameter) tangkringan tak percis, kadang memicu burung tak enjoy. Dan begitu merasakan ketidaknyamanan disaat berkicau kanan-kiri, mampu saja mendadak berhenti berkicau dan turun dari tangkringa. Antispasinya, ya genakan sangkar lomba yng besarannya hampir percis yang dengannya sangkar harian dan pula tangkringannya berdiameter percis yang dengannya tangkringan di sangkar lomba. Ataupun kalau sangkar harian dan lomba memanglah percis ukuran, maka sekalian saja tangkringan harian dipindah ke sangkar lomba.
Ada pakan tercecer di dasar sangkar. Pakan yng tercecer di dalam sangkar disaat burung akan digantangkan di lomba/latber Perlu dibersihkan. Karena tidak sedikit berlangsung kasus burung turun dari tangkringan disaat melihat ada sisa pakan yng ada di bawah sangkar.
Cara “sok pintar” mengatasi burung turun dari tangkringan
Tidak sedikit tips yng diusahakan supaya burung tak turun dari tangkringan. Di antaranya merupakan memasang karet pentil bersilang2 di dasar sangkar. Harapannya, burung tak terasa enjoy bagi atau bisa juga dikatakan untuk turun dan karenanya membuat kecil mungkin burung turun dari tangkringan.
Cuma permasalahannya, kalau burung berhenti bunyi lantaran faktor2 di atas, maka walaupun dia tak turun dari tangkringan, ya nilainya tetap tidak bagus di akhir lomba.
Burung branjangan suka turun tangkringan mampu disiasai pula.
Disaat burung branjangan masih tidak sedikit dilombakan, salah seorang pemain branjangan Jogja pernah punya tips mencegah burung turun dari batu apung tempat dia nangkring. Yaitu yang dengannya tips memasukkan air ke bagian dasar sangkar yng dibuat secara khusus (menjadikan tak bocor). Hal itu diluar dugaan efektif. Akan tetapi semuanya tak dicobakan seketika dalam lomba itu lantaran dalam rawatan harian pun Suka di lakukan pengisian air yang telah di sebutkan menjadikan branjangan pun terbiasa menghadapi limpahan air di sangkarnya.
Goresan pena ini memanglah tak secara spesifik menulis mengenai cara-cara mencegah burung berhenti bunyi disaat bertanding di lapangan. Akan tetapi yang dengannya menggambarkan aneka macam mungkin mengenai penyebab burung berhenti bunyi tatkala tanding, kita mampu melakukan sejumlah antisipasi.
Bagi atau bisa juga dikatakan untuk antisipasi kondisi fisik tentunya cuma melombakan disaat burung berada dalam kondisi top performace. Ataupun pula tak membawa masuk dulu ke wilayah lomba sebelum jadwal tanding burung yng diikutkan itu dimulai. Dan aneka macam upaya supaya burung tak dalam kondisi kehabisan stamina disaat bertanding.
Dan saya ingatkan lagi bagi atau bisa juga dikatakan untuk membaca masalah apa yng saya sebut menjadi pedoman umum dalam merawat burung, yaitu bahwasanya burung sehat pasti bunyi.
Sementara itu bagi atau bisa juga dikatakan untuk antisipasi kondisi mental, maka butuh misalnya memperkenalkan aneka macam jenis /bentuk bunyi tonjolan. Tujuannya bukan secara khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk memaster, akan tetapi cuma supaya burung tak asing yang dengannya aneka macam warna dan ragam bunyi.
Selain itu pula tak mengasingkan burung dari keramaian. Malah kalau butuh dibawa ke aneka macam tempat dan suasana menjadi bentuk latihan supaya burung kita tak “gumunan” (sedikit-sedikit heran melihat sesuatu yng baru)
Lihat pula : Bunyi Masteran Lovebird Ngekek Panjang


Sumber rujukan dan gambar : http://www.budidayalovebird.id/2016/12/cara-mengatasi-burung-malas-bunyi-dan.html.

Seputar Cara Mengatasi Burung Malas Bunyi Dan Turun Tangkringan

Advertisement
 

Cari Artikel Selain Cara Mengatasi Burung Malas Bunyi Dan Turun Tangkringan